LAMUNAN JALAN SETAPAK #PART1

18.42 Mahriansyah 2 Comments



Hidup menjadi seorang minoritas disebuah pulau kecil yang nampak indah dengan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakatnya membuat aku menjadi orang yang sangat menikmati hidup. Setiap hari aku melakukan aktifitas yang mungkin bagi sebagian orang sangat monoton, pada saat bangun tidur hal pertama yang aku cari adalah handphone bahkan setelah berjam – jam bangun tidur akupun tidak beranjak dari tempat tidur ku dan hanya mengotak atik handphoneku, namun terkadang kalau ada kuliah pagi maka akupun hanya sebentar mengotak atik handphone dan lalu beranjak mandi untuk kemudian bersiap – siap berangkat kuliah.

Tempat kuliah ku tidak terlalu jauh dan meskipun perkuliahan dimulai pukul 08.30 pagi namun pada pukul 07.00 aku harus sudah siap dan pukul 07.30 aku sudah harus berada dihalte bus untuk berangkat kuliah, rutinitas ini selalu aku lakukan setiap ada perkuliahan pagi dan kadang aku menjadi orang pertama yang masuk ke dalam kelas Karena pukul 08.10  aku sudah sampai dikampus.

Dinginnya pendingin ruangan menusuk sampai ketulang rasanya setiap pagi aku kuliah karena memang kelasnya tidak terlalu besar sehingga membuat suhu ruangan menjadi sangat dingin dan itu selalu aku rasakan setiap pagi. Memang tidak ada yang istimewa disetiap hariku Karena setiap selesai kuliah aku selalu langsung pulang dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak trotoar yang dihiasi cat oranye dan terkadang ada yang dibentuk menyerupai bintang setiap beberapa meter kadang juga ada temanku yang baik dan menawarkan tumpangan untuk mengantarku pulang.

Sepulang kuliah kembali aku habiskan waktuku untuk mengotak atik handphone ku sambil rebahan dikasur dan sesekali memandangi bunga yang sedang mekar di luar jendela kamar, sebenarnya saat mengotak atik handphone aku hanya membuka media social seperti facebook, Instagram, line dan sesekali path dan aktifitas itu terus aku lakukan berjam – jam tanpa ada aktifitas lain, paling sesekali aku pergi ke toilet untuk buang air ataupun beranjak sebentar hanya untuk meneguk air putih.

Aku tidak peduli apa kata orang disekitarku dan bahkan kadang aku dianggap tidak ada dilingkungan ku Karena aku selalu berada didalam kamar tanpa berinteraksi dengan orang disekitarku, entahlah terserah mereka mau berkata apa yang penting inilah aku dan kehidupan ku.


****

2 komentar: