Fenomena Budaya Melawan Arus Lalu Lintas Di Banjarmasin

18.57 Mahriansyah 3 Comments



Banjarmasin adalah sebuah kota kecil di Provinsi Kalimantan Selatan dengan jumlah penduduk hampir 600 ribu orang yng tentu dapat dipastikan kota Banjarmasin begitu padat, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang begitu masif dan cepat berdampak pada penggunaan alat transportasi yang juga meningkat yang berakibat kepada luas ruas jalan di banjarmasin yang tidak lagi sebanding dengan pertumbuhan kendaraan.

Sampai saat ini Kota Banjarmasin belum menyediakan angkutan umum yang memadai dan nyaman untuk warganya oleh karena itu kebanyakan masyarakat kota banjarmasin menggunakan kendaraan pribadi, salah satu kendaraan pribadi yang banyak digunakan masyarakat kota banjarmasin adalah sepeda motor, selain karena mudahnya untuk mendapatkan sepeda motor, warga banjarmasin lebih memilih menggunakan sepeda motor karena dianggap lebih efesien waktu saat bepergian mengingat banjarmasin mulai mengalami kemacetan di berbagai titik.

Tingginya angka penggunaan sepeda motor di Banjarmasin juga berdampak terhadap peningkatan pelanggaran lalu lintas di Kota Banjarmasin terutama pelanggaran melawan arus lalu lintas dan penerobosan rambu - rambu lalu lintas. Di Kota Banjarmasin hampir setiap hari selalu ada pelanggaran lalu lintas baik itu penerobosan rambu - rambu lalu lintas hingga melawan arus yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor di Banjarmasin. 

Melawan arus sudah seperti budaya oleh pengendara Banjarmasin yang didasari atas kemalasan mereka dalam mencari jalan putar balik di jalan - jalan protokol kota Banjarmasin, bahkan dari beberapa pengendara mengungkapkan bahwa jalur putar balik begitu jauh sehingga membuat mereka berpikir  melawan arus untuk sampai ke tempat tujuan mereka.

Ada baiknya masalah budaya melawan arus ini harus ditindak lanjuti oleh pemerintah sehingga menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan cara membuat akses pengendara motor untuk putar balik lebih mudah. Selain itu kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan terhadap pelanggaran lalu lintas terutama mengenai budaya melawan arus.

3 komentar:

  1. Solusinya pemerintah me olahkan mrt, tp paling dipakai warga gasan selfie lain angkutan massal

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus